All About Anime, Template, And Tricks

Tips Agar Tidak Lalai Menjalankan Sholat Lima Waktu

Bagi seorang muslim sholat merupakan suatu kewajiban yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila tidak dikerjakan adalah dosa. sholat merupakan salah satu rukun islam dan merupakan tiang agama. seseorang yang meninggalkan sholat nya akan runtuh agamanya. Di jaman seperti sekarang ini banyak sekali godaan yang mengakibatkan kita malas ,menunda nunda, bahkan dengan sengaja meninggalkan sholat yang harus dikerjakan 5 kali dalam sehari. Kehidupan dunia dan akhirat harus seimbang oleh karena itu disamping kita bekerja dan bersibuk ria untuk urusan dunia kita juga harus meluangkan waktu untuk kehidupan di akhirat kita yang lebih kekal.
Ada beberapa tips dari saya yang mungkin berguna agar kita bisa mengerjakan sholat 5 waktu dalam sehari hari secara rutin .
  • Perbanyak dzikir ,dan mengingat kematian. dengan memperbanyak dzikir kita akan semakin dekat dengan Allah sehingga Allah pun akan sayang sama kita,kalau sudah begitu kita akan dengan mudah di ingatkan oleh Allah jika kita lupa akan kewajiban kita. dengan mengingat kematian kita akan segera sadar dan bersemangat untuk mencari pahala sebesar besarnya karena kematian dapat datang kapan saja.
  • Istirahat yang cukup agar tubuh kita tidak merasa capek dan malas dalam mengerjakan sholat. tidur malam lebih awal dari jam tidur biasanya agar saat kita bangun pagi untuk sholat subuh atau sholat sunnah tidak merasa ngantuk.
  • aktifkan alarm di handphone atau jam beker waktu datangya masuk sholat. atau kita bisa juga menggunakan aplikasi adzan / pengingat sholat untuk handphone jenis tertentu .
  • Buat cowok cowok pada umumnya jangan sering sering melakukan onani, disamping berakibat dosa juga kita pasti repot kalau sering sering mandi wajib, betul kan. hehe
  • bawalah selalu peralatan sholat seperti sajadah,kopyah,sarung kalau kita mau pergi kemana mana. hal ini sangat diperlukan apabila kita tidak juga menemukan musholla, seperti yang dilakukan shah rukh khan waktu sholat di luar kafe yang merupakan tanah yang tandus dalam film my name is khan . buat cewek cewek juga jangan lupa untuk membawa mukena. tetapi barang barang tersebut pilih yang ringan dan tipis agar tidak memberatkan di perjalanan.
  • bawalah selalu kompas dan peta atau gps agar kita tidak salah kiblat dalam menjalankan ibadah sholat, apalagi kalau kita pergi ke daerah yang mayoritas masyarakatnya bukan pemeluk islam.
Nah itulah sedikit tips dari saya semoga berguna . semoga kita semua bisa menjalankan sholat 5 waktu secara rutin sampai akhir hayat kita. amin…!!!!

Racun Lebah, Dapat Digunakan Sebagai Bahan Pendeteksi Bom

Racun pada lebah ternyata bisa digunakan untuk mendeteksi bom. Penggunaan teknologi dengan teknik ini segera dipatenkan.
Peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) menemukan ada fragmen protein dalam racun lebah, yang disebut bombitin, dapat mendeteksi bahan peledak, seperti TNT.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgUEpWlIQO05PfVvCnRdZf8VzlX58tHtPJGmKFDrcR_MYDIVL9UizcPvXWySiGvQhEaIwatXmFonhoqzxSMLZxYYsQDwk7vSXi06inQzYdyF9p0-z-RpbIHrzWoJA7ActVUbgyzY7fDE9ab/
Pada saat percobaan tim MIT melapisi bagian dalam tabung karbon dengan bombitin. Kemudian, tabung itu diletakkan di sekitar sampel udara yang diambil dari sekitar berbagai bahan peledak.
Tim mendapati perubahan panjang gelombang pendaran cahaya tabung berubah ketika molekul nitroaromatik dari bahan peledak bersatu dengan protein dari lebah. Perubahan ini tak kasat mata, tapi dapat dideteksi dengan mikroskop khusus.
Tim MIT bukan hanya dapat mendeteksi adanya bahan peledak, melainkan mereka juga dapat membedakan tipe-tipe bahan peledak dengan menggunakan kombinasi tabung karbon dengan berbagai bombitin.
Pendeteksi bahan peledak yang saat ini dipakai di bandara mampu menganalisis partikel di udara. Tetapi, sensor belum dapat mendeteksi pada level molekul.
Ketika dipadankan dengan sensor yang sudah ada di bandara, bombitin akan meningkatkan sensitivitas sensor yang membuatnya lebih efektif. Beberapa perusahaan komersial serta militer sudah menyatakan tertarik dengan temuan ini. Teknologinya sendiri saat ini sedang dalam proses untuk mendapatkan paten.

Cara Darurat Melihat Jelas tanpa Kacamata

Keadaan penglihatan darurat pada saat tidak ada kaca mata dapat terjadi pada saat kaca mata mendadak pecah sehingga tidak dapat digunakan, lalu saat tiba-tiba kaca mata hilang atau lupa membawa, terutama bagi orang yang sudah berumur lanjut. Sedangkan kita perlu sekali untuk melihat. Baik itu untuk penglihatan jauh ataupun penglihatan dekat.
Misalnya saat kita berada disebuah toko ingin melihat harga yang tertera pada barang yang akan kita beli. Yang mana hurufnya kecil, kita tidak membawa kaca mata. Umur sudah lebih dari empat puluh tahun, sedangkan kalau tidak pakai kaca mata baca tidak mampu untuk melihat obyek yang kecil.
Dalam keadaan darurat ini ada satu cara untuk mengatasinya, yaitu dengan menggunakan “Efek Pinhole”. Prinsip efek pinhole adalah pada kelainan refraksi mata (kalainan penurunan penglihatan mata yang dapat diperbaiki dengan kaca mata), penglihatan akan bertambah baik bila melalui suatu celah atau lubang kecil.
Pada saat keadaan darurat, kita dapat membuat alat bantu terbuat dari sebuah karton kecil, berukuran 3 x 5 cm, kemudian pada karton tipis atau kertas tersebut dibuat satu lubang, dengan cara membuat lubang menggunakan ujung pulpen. Sehingga kita dapat mengintip melalui celah lubang tersebut. Tentunya huruf yang kecil akan tampak.
Namun ada yang lebih praktis, agar kita tidak usah membuat alat bantu yang harus kita buat terlebih dahulu. Yaitu menggunakan tangan kanan kita. Obyek yang akan kita lihat pegang dengan tangan kiri. Kemudian tangan kanan kita gunakan sebagai pengganti alat bantu yang telah diuraikan di atas.
Dengan jalan membuat celah kecil antara ibu jari dan telunjuk. Dari celah tersebut akan terlihat obyek yang lebih jelas dan dapat terbaca. Ini berlaku untuk penglihatan jauh atau dekat. Jadi walaupun kita dalam keadaan darurat tidak menggunakan kaca mata masih dapat tertolong dengan cara ini.

Asal Usul Sejarah Mesin Jahit

Pada tahun 1755, seorang imigran Jerman, Charles Weisenthal, yang tiggal di Inggris, mematenkan penemuan jarumnya yang khusus dirancangnya untuk sebuah mesin.
Sayangnya patennya tidak merinci mesin yang menggunakan jarum tersebut.
Berikutnya, seorang pembuat lemari asal Inggris, Thomas Saint yang juga mematenkan mesin jahit di tahun 1790.
Tidak diketahui apa Saint benar-benar membuat prototipe mesin yang digunakan pada saat itu, atau hanya sekedar mematenkan agar mendapatkan royalti, kelak jika mesin itu bisa dibuat.
Yang pasti, Thomas Saint merinci dalam patennya sebuah benda tajam yang dapat membuat lubang pada kulit dan memasukkan jarum pada lubang yang ada.
Selangkah lebih maju dari Weisenthal.
Namun reproduksi temuan Saint itu ternyata tidak bisa beroperasi.
Perkara Paten ini juga dilupakan oleh Balthasar Krems.
Warga berkebangsaan Jerman ini menemukan mesin otomatis untuk menjahit topi di tahun 1810.
Dia tidak mematenkan temuanya dan konon mesinnya tidak pernah berfungsi dengan baik.
Upaya untuk membuat mesin jahit memang tidak pernah pudar.
Banyak pula yang akhirnya menyebabkan perang paten.
Namun tidak sedikit pula yang berakhir dengan kegagalan.
Contohnya John Adams Doge dan John Knowles dari Amerika.
Mereka berdua membuat mesin jahit pada tahun 1818 namun ujung-ujungnya mesin itu gagal saat digunakan untuk menjahit sejumlah kain.
Mesin Jahit yang bisa berfungsi diciptakan oleh Barthelemy Thimonier pada tahun 1830.
Mesin ini hanya menggunakan satu benang dan sebuah jarum kait seperti jarum bordir atau sulam.
Sayangnya, temuan ini tidak memperoleh sambutan baik dari masyarakat.
Bahkan dirinya hampir terbunuh ketika sejumlah penjahit membakar pabrik garmen miliknya karena takut tersaingi dan menimbulkan pengangguran akibat temuan mesin jahitnya.
Kembali seorang Amerika mencoba membuat mesin jahit dan sukses ditahun 1834, yang bernama Walter Hunt.
Namun anehnya, dia tidak merasa bahagia dengan temuannya, karena dia merasa temuannya akan menimbulkan pengangguran.
Mesin Jahit elias Howe
Puncak penemuan mesin jahit terjadi di Amerika Serikat yang ditemukan oleh Elias Howe.
Mesin buatannya menggunakan dua benang dari arah berlawanan dan memiliki jarum berlubang untuk benang di bagian ujung.
Jarum itu didesak menembus kain dan membuat semacam lengkungan benang di sisi bawah kain.
Sebuah benang dari arah lain disisipkan ke dalam lengkungan tadi.
Lalu kedua benang membuat jalinan yang mengunci kain.
Kabarnya temuan ini inspirasi dari mimpinya.
Dalam mimpinya, perut Howe ditusuk oleh seorang kanibal dengan tombak dalam tidurnya.
Bentuk ujung tombak inilah yang dijadikan inspirasi buat menciptakan jarum yang sudah lama dicarinya.
Perang Pematenan Mesin Jahit
Mesin Jahit Howe
Namun setelah penemuannya, Howe dihadapkan pada masalah dengan mempertahankan paten dan memasarkan temuannya.
Akhirnya dia berjuang selama sembilan tahun.
Isaac Singer
Perang paten sendiri pecah ketika Isaac Singer menemukan mekanisme naik turun pada mesin jahit dan Allen Wilson mengembangkan alat kait pemintal berputar.
Mesin jahit belum menjadi barang produksi massal hingga tahun 1850-an.
Mesin Jahit Isaac Singer
Setelah Isaac Singer berhasil membuat mesin jahit dengan jarum jahit yang bisa digerakkan kayuhan pedal kaki, maka kesuksesan penjualan mesin jahit secara komersial terbuka.
Sebelumnya, mesin jahit terdahulu menggerakkan jarumnya dari pinggir dan digerakkan dengan tangan.
Bagaimanapun, mesin Isaac Singer menerapkan mekanisme jalinan dua benang yang dipatenkan Howe.
Maka Elias Howe menuntut Isaac Singer atas paten yang serupa dan berhasil memenangkan perkaranya pada tahun 1854.
Sebenarnya Walter Hunt menerapkan jalinan benang dari dua sumber benang dan jarum berlubang.
Namun pengadilan memutuskan paten jatuh ketangan Howe setelah Hunt membatalkan patennya.
Jika Hunt tetap mematenkan temuannya, Elias Howe dapat dikalahkan dalam perkaranya dengan Isaac Singer.
Maka atas kekalahan itu, Isaac Singer harus membayar royalti paten Elias Howe.
Jika saja paten yang dimiliki warga Inggris, John Fisher ditahun 1844 itu tidak hilang, maka Fischer akan terlibat dalam perang paten mesin jahit.
Pasalnya mesin renda buatannya menerapkan mekanisme yang serupa dengan mesin Howe maupun Singer.
Keberhasilan dalam mempertahankan hak atas patennya membuat keuntungan Elias Howe melonjak tajam.
Pendapatan tahunannya yang semula 300 dolar Amerika menjadi lebih dari 200.000 dolar AS per tahun untuk saat itu.
Dalam kurun waktu 14 tahun (1854-1867), Howe mengumpulkan dana hingga 2 juta dolar AS atas temuannya.
Ia lantas menyisihkan sebagian kekayaannya selama Perang Saudara Amerika bagi Pasukan Infantri dan sebagian lagi sumbangan atas nama pribadinya.
 
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda. Gunakan Google Chrome Atau Mozila Fire Fox Terbaru Untuk Melihat Tampilan Sempurna Blog Ini